Gus - The Java Reporter
Mari bertukar Feed dan RSS. Biar persahabatan antar blogger makin serasa rumah sendiri. Sedemikian nyamankah pertukaran Feed dan RSS sehingga mengalahkan persahabatan model pertukaran Link. Jawabannya tentu saja: YUPs !. Setidaknya itu yang bisa saya kutip dari Suhu Tehrouter . "Dengan syarat2 khusus persahabatan terjalin dan akhirnya saya bisa konkow2 di tempat sang Pangeran dengan nyaman. Cinderamatapun disematkan: update berita kawan konkow tampil dengan mentereng di sidebar kanan teras singgasana sang Pangeran. Waaah..." begitu tulisnya dalam posting bertajuk Mari kita tinggalkan betukar Banner... . Karena dengan bertukar RSS dan Feed kita bisa mengetahui Up Date posting dari sahabat blogger kita secara realtime. Selamat mencoba tutorial Mari kita tinggalkan betukar Banner...
Blogger Editorial: Saling Bertukar RSS dan Feed Yuk
Diposting oleh gus 0 komentar
Label: Banner, Blogger Editorial, Tutorial
Review and Opinion: MTV CAMPAIGN UNPUBLISHED
Kampanye Kemanusiaan MTV yang Tidak Dipublikasikan
Gus - The Java Reporter
Bulan terakhir ini, media nasional kita mulai sibuk menyoroti tentang masa depan negara mitra AS, termasuk Indonesia menjelang keepemimpinan baru negara adikuasa tersebut. Banyak harapan, komentar, pendapat dan bahkan ekspektasi kepada kepemimpinan AS yang lebih ramah.Bahkan beberapa media televisi yang berlangganan dengan VOA menyiarkan secara berkala perhelatan kampanye tersebut.
Namun, disela-sela hiruk pikuk pemberitaan soal kampanye pendahuluan kandidat presiden tersebut,beberapa kegamangan muncul. berkenaan dengan beberapa sikap pemerintah negara pengekspor demokrasi tersebut terhadap sikap kritis warganya.
Tahun silam MTV, salah satu TV AS terbesar membuat kampanye kemanusiaan untuk memerangi isu utama tentang kemanusiaan. Hasilnya adalah 3 poster yang dianggap kontroversial oleh Pemerintah dan sebagian rakyat AS. Masing masing kategori kampanye terhadap AIDS, Kemiskinan dan Kelaparan.
Poster tersebut masing-masing berisi gambar gelandangan, penderita AIDS dan anak-anak kelaparan dengan berlatar belakang sama: menara kembar NY yang sedang meledak dalam peristiwa 'black september'.
Bunyi pesan poster tersebut antara lain mengatakan: “...2863 orang meninggal dalam serangan Black September. Dunia bersatu melawan terorisme karenanya. Sekarang ada 824 juta orang terancam kematian karena kemiskinan. 40 juta orang terancam kematian karena AIDS dan 630 juta terancam kematian. Kapan dunia bersatu melawan AIDS, Kelaparan dan Kemiskinan...”
Ah, jangan-jangan, bukan hanya AS yang sakit. Seperti yang dikatakan Michael Moore,sutradara Sicko yang juga sutradara film dokumenter 11/9 yang dianggap kontroversial. Tapi juga seluruh bangsa didunia, termasuk Indonesia.....karena terlalu besar 'pasak expektasi daripada tiang kenyataan' bagaimana menurut anda?
Diposting oleh gus 0 komentar
Blogger Editorial: SAVE TIBET Banner dan SEMARANG REVIEW New Logo's
Gus - The Java Reporter
Selama 2 hari, Semarang Review terkena banned alias tidak bisa dibuka. Tentu saja bikin keringatan. Apalagi untuk jenis blogger newbie seperti saya yang gaptek IT. Saya menduga-duga karena tagline dan lable tag posting tentang artis Jade Marcella.
Padahal, tidak ada konten yang mengarah ke pornografi. Malah artikel tulisan salah satu citizen journalist Semarang Review, Eeda seperti mencibirkan upaya pemerintah yang sepertinya nanggung dalam mengkampanyekan nati pornografi secara hantam kromo dan malah cenderung kurang selektif.
Beruntung, setelah mengubungi webmaster, akhirnya blog ini terselamatkan. Tentu saja dengan konsekwensi artikel tersebut mengilangkan kata dan kalimat yang makna prornografi dalam postingan.
Sekali mendayung. Pinginnya beberapa pulau terlampaui. Karenanya, sekalian memulai postingan baru. Maka, menjawab beberapa pesan pendek di buku tamu dan para visitor dalam mybloglog community serta beberapa email dari sahabat blogger.
Akhirnya Semarang review berganti wajah. Termasuk nama Semarang Review yang berganti The Java Review. Tetapi tetap dgn alamat url yang sama. Penggantian nama tersebut karena beberapa citizen jornalist yang non Semarang memprotes pembatasan hanya untuk citizen Semarang. Juga email protes kenapa tidak dapat dibuat semua posting dalam dwi bahasa. Sehingga mesin penerjemah Google berfungsi maksimal.
Tentu saja semua respon tersebut menjadi energi yang kami digunakan untuk melanjutkan konsep nge-Blog dengan pendekatan citizen journalism ini. Karenanya, pula The Java Review mulai edisi ini mulai mulai mencantumkan banner untuk ikut mengkampanyekan budaya ngeBlog. disamping banner untuk mengkampanyekan 'Penyelamatan bangsa Tibet' yang negerinya telah berpuluh tahun dianeksasi RRC.
Tentu saja banner identitas sebagai 'Blogger bukan Hacker' juga terpasang sebagai bantahan bahwa tidak setiap blogger adalah hacker. Bersyukur, para pengunjung blog The Java Review ikut menyemarakkan kampanye tersebut dengan cara memasang banner tersebut. dsamping tetap menjaga silaturahmi dengan bertukar link.
Diposting oleh gus 0 komentar
Label: Banner, Blogger Editorial, Campaign
News: BIG JAZZ Semarang Jazz Community (SJC) dan HMJ Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Gus dan Eeda - The Java Reporter
Elaborasi musik Jazzer Cilik Mahesa (kibor) Edwin(drum), menjadikan konser Big Jazz yang diselenggarakan Semarang Jazz Community dan HMJ Ilmu Komunikasi FISIP Undip lebih bernyawa. Bukan itu saja, penonton yang tadinya menyebar di sepanjang jalan tersebut karena gerimis, berhasil 'dipaksa merangsek mendekati panggung yang terletak di pojokan pintu gerbang kampus Undip Pleburan Jl Imam Bardjo SH Semarang.
Penampilannya yang atraktif bahkan censerung 'slengekan' dua jazzer cilik tersebut berhasil mencuri perhatian penikmat jazz Semarang. Edisi Jazz on The Street yang dibintangi Andien dan musisi kawakan Rudi Subekti (drum) dan Mates (bas) mantan punggawa Krakatau Band tersebut sempat dibuat 'khawatir' dengan penampilan mereka berdua. Terutama saat mereka berdua bergabung untuk mengiringi tembang 'On Broadway' yang dilantunkan Andien. Namun kekhawatiran Jazzer Senior tersebut sirna ketika Edwin dan Mahesa dapat menyelaraskan tempo permainan. Mereka tahu kapan harus bermain dengan tempo lambat, sedang, atau cepat. Hal yang sama juga ditunjukkan Mahesa. Padahal dalam run down, tidak tercantum performance tampil bareng.
Namun, kelincahan jari-jari Edwin diatas kibor dan ritme gebukan stik drum Mahesa yang elaboratif dan penempatan timing yang pas. menjadikan On Broadway lebih bernyawa. Decak kagum dan aplaus sering lepas begitu saja dari para penikmat jazz malam itu. Rudi Subektipun tidak menutupi kekagumannya dan menyebut keduanya sebagai aset bangsa Indonesia.
Setidaknya,bisa menutupi penampikan Andien yang malam itu tidak bisa dibilang spektakuler. Aksi panggungnya yang kalem, sebagaimana ciri khas perfomancenya yang terbiasa manggung dalam ruang tertutup.Bahkan tembang hits yang ia bawakan ''Gemintang'' dan ''Tentang Aku'' yang merupakan tembang lawas milik Duo Jingga tak juga menghangatkan suasana gerimis malam itu. Beruntung ada duo cilik Mahesa dan Edwin, dan additional performance seperti Saharadja (Bali), Circle Band,Choclate Dreamberry (Semarang) yang terbiasa tampil On the Strret.
Diposting oleh gus 0 komentar
Label: Entertainment, Lifestyle, News, Semarang Jazz Community

