gusTALKS |Journey, Review, Blogging and Information Technologie

Klik Judul dibawah ini untuk memBaca Inspirasi lainnya

  • Berat difisik, tapi. Akhirnya kelar juga. Menyelesaikan blueprint Sekolah Darurat yang baru diresmikan. Published 02/02/09 - 71comments
  • beberap dokumentasi Meskipun terlambat. Semoga tidak mengurangi ke-update-an acara Peresmian Sekolah Darurat Published 30/10/09 - 10 comments
  • Kawan, perkuat sekolah kami Akhirnya, pembukaan Sekolah Darurat Wirausaha untuk umum dilakukan KH Hasyim Muzadi.Published 19/01/09 - 120 comments
  • Walmiki dan Sudirman Saya sangat tergoda dengan tema besar dalam Novel Rahuvana Tattwa. Sebuah epik fiksi.Published 25/10/08 - 53 comments
Kumpulan Artikel | blogging (29) inspiring (43) IT (3) journey (64) Review (11)

Kenapa Google Menciptakan Paradok Dalam Bisnis Internet ?

gus an ordinary blogger
Jika PageRank menyebabkan suburnya praktek manipulasi Algoritma dan membuat Google sakit gigi, lalu kenapa Google mempertahankannya? Dan kenapa pula Mozilla Firefox malah menyediakan Toolbar PageRank untuk menampilkan rangking sebuah halaman blog? Kenapa Google seharusnya menutup akses bagi siapapun untuk mengetahui berapa level PageRank halaman blog mereka. Dan mengunci pintu bagi para spiderbots layanan free pagerank checker untuk mendeteksi halaman-halaman web/blog. Sehingga PageRank hanya diketahui Google saja," begitu pertanyaan Kang Abi Bakar dalam tulisan yang bejudul Jika Pagerank adalah Borok, Kenapa Google Memeliharanya?

Pertanyaan Kang Abi bermula ketika menanggapi review saya tentang Melawan mainstrame tentang pemberhalaan Pagerank dan SEO. Tulisan ini mencoba mengurai pertanyaan besar Kang Abi, yang sekaligus juga menjadi pertanyaan saya. Namun dengan menggunakan titik analisis yang berbeda. Saya mencoba menggunakan pisau analisis finansial, karena kegundahan tersebut berkaitan erat dengan sebuah praktek bisnis.

*****
Saya menduga penciptaan paradok ini cara Google untuk memperkukuh rantai kausalitas. Begini penjabarannya. Kalau ada 10 org disodori pertanyaan: lebih cantik mana ,miss world (MW) dibanding miss universe (MU) ? Jawabannya bisa lebih dari 2 jawaban. Bisa lebih cantik MW, atau lebih cantik MU, atau cantik 22nya. Atau tidak ada yang cantik diantara ke-22nya..

Tapi kalau pertanyaannya diubah menjadi begini: mana yang benar, miss universe (MU) diterkenalkan oleh Donald Trump (DT) atau DT yg diterkenalkan oleh MU? sebagaimana diketahui DT adalah pemegang lisensi MU. maka rantai kausalitas berlaku disini.Artinya, apapun jawabannya maka orang tdk akan jauh dari rantai itu.

*****
Apa kaitan Google dengan penggambaran diatas? Jawabannya sangat sederhana: Donald Trumph dan Goggle sama2 mengelola wacana menjadi intangible asset.

Intangible asset? Yups.
Seandainya saya adalah Aburizal Bakrie. dan seandainya total asset/kekayaan riil saya sebesar 10 trilyun rupiah. bisakah saya menarik pinjaman dari bank sebesar 25 trilyun? jawabnnya sangat bisa, bahkan perbankan akan berlomba2 untuk memberi pinjaman.

Loh kok? bukannya total agunan saya hanya 10 trilyun. dan rerata bank hanya meminjamkan maksimal 80 % persen saja dr total asset alias hanya 8 trilyun?

Lalu kenapa si fulan yang punya asset 10 milyar hanya boleh meminjam 8 milyar saja?
Jawabannya adalah, karena ada nilai lain yang dipertimbangkan bank, yaitu nilai intangible asset alias harta tak nampak yang melekat pada Aburizal Bakrie melebihi dari total kekayaanya. Sementara si fulan tdk memiliki intangible asset sama sekali.

Intangible asset inilah yang hendak dibisniskan google. Dan dia memulainya dari penggelembungan nama besar google dengan mekanisme penciptaan rantai kausalitas.

Dimanapun didunia ini. Tak lagi peduli pada fakta bahwa MW lebih cantik dari MU, tetap saja org lebih berebut untuk memasang iklan diperhelatan MU dibanding perhelatan MW. kenapa? karena ada nama besar disana.Nama besar yang menggaransi kualitas perhelatan kontes Miss Universe. Yaitu Donald Trumph.
Jadi intangible asset yang melekat pada Donald Trumph-lah yang menjadikannya demikian.

Dari titik sinilah dugaan saya muncul. Sebagaimana Trumph memantabkan posisinya sebagai lisensor dunia kecantikan dalam perhelatan Miss Universe. (tentu saja setelah Trumph berturut2 berhasil mengukuhkan dirinya sebagai raja properti dunia, dan raja kasino Las vegas.

Maka, Google yang sebelumnya telah berhasil mengukuhkan diri sebagai Raja Mesin Pencarian (SEO), sekarang hendak mengukuhkan diri sebagai Raja Pagerank. Semakin luas pengaruh Pagerank akan semakin besar pundi2 uang yang bisa ditangguk Google. Ini menjelaskan mengapa Google mebiarkan Pagerank sebagai bola liar. Dan membiarkan para pemain di belantara maya (mulai dari mypagerank sampai modzilla) membuat Toolbar Google Pagerank.

Basa-basi Google memerangi penjualan paid review dan paid links tidak akan berbeda jauh dengan basa-basi polisi dan Satpol PP memerangi penjualan miras. Tujuannya jelas, yaitu agar hanya dan hanya pabrik dan pengedar miras yang berlisensi resmi dari pemerintah saja yang diperbolehkan menjualnya bukan.?

Ini ladang bisnis Google. Google saya duga akan menjual lisensi berdagangnya. Mulai agensi periklanan adsense (mungkin) sampai paid review atau paid links kepada pelaku bisnis dunia maya. Mirip dengan Mc Donald yang menjual lisensi waralaba-nya.

Pertanyaan terbesarnya adalah, jika suatu saat dugaan tersebut terbukiti. Adakah kesadaran komunal dari pengelola bisnis internet diluar google untuk menuntut google karena transaksi yang berbau monopoli ini? sebagaimana kesadaran komunal pelaku bisnis software Uni Eropa yang menuntut Microsoft di pengadilan bisnis karena melakukan praktek terselubung lantaran hendak menguasai secara serakah bisnis software mulai dari hulu sampai hilir?

Tentu saja dugaan diatas masih menunggu pembuktian oleh waktu. Namun, terlepas dari kasus diatas, setidaknya pada tataran lain, telah banyak pundi2 dollar yang telah diperolehnya lewat transaksi saham Wallstreet maupun Toronto Exchange. Bahkan dari sekedar isu pembelian mayoritas Google oleh Microsoft-pun bisa mengatrol kekayaanya secara signifikan.

Tentu saja kita tak boleh mengabaikan banyak hal positif dari pemilik Google ini. Terutama struggling-nya dalam penguatan posisi di dunia belantara maya yang keras.

Jadi, bagaimana menurut pendapat dan analisa Sahabat tentang hal ini? silakan menuliskan komentar atau analisanya. Sumonggo...



Dipersilakan mengcopy-paste Tulisan di atas untuk berbagai kepentingan. Lebih disukai bila menyebutkan blog ini sebagai sumber rujukan, dengan teks: gustTALKS


Sahabat bisa berlangganan update terbaru secara free melalui RSS Feed RSS Feed!

Baca Juga Tulisan Terkait:


17 Komentar:

revolusi income said...

Thank's Atas infornya,

Saya ada Ebook bagus buat Anda,
Barangkali bisa bermanfaat Silahkan Anda Download.

Klik Kanan ( Save Target As.....) Link berikut ini :

Metode terbaru Cara hasilkan uang mudah Lewat Pos :

http://www.internetmudah.net46.net/Jadi%20Jutawan%20Dengan%20Bisnis%20Via%20Pos.pdf

Membuat Uang Beranak Pinak secara Mudah,Murah ,dan Halal.

http://www.internetmudah.net46.net/Beternak%20Uang%20di%20Internet.pdf


Sukses Selalu

herry said...

yang pasti google punya maksud terselubung di balik itu semua, semisal tidak.. pasti google akan merahasiakan page rank nyaaa

Bayu Aditya said...

"Basa-basi Google memerangi penjualan paid review dan paid links tidak akan berbeda jauh dengan basa-basi polisi dan Satpol PP memerangi penjualan miras. Tujuannya jelas, yaitu agar hanya dan hanya pabrik dan pengedar miras yang berlisensi resmi dari pemerintah saja yang diperbolehkan menjualnya"

Saya seneng bgt kata2 itu.. tapi emang, untuk search engine bisa dibilang google udah terlalu mendominasi atau bahkan cenderung memonopoli.

Abi Bakar said...

"Ini ladang bisnis Google. Google saya duga akan menjual lisensi berdagang paid review atau paid links kepada pelaku bisnis dunia maya. Mirip dengan Mc Donald yang menjual lisensi waralaba."

Memang ada kecendrungan kesitu, seperti posting saya bulan januari lalu disini mengenai kemungkinan Google meluncurkan paid reviews, jika itu bener terjadi maka jelas sudah kelicikan Google, namun it's a business dan yg pasti akan menjatuhkan kredibilitas google kang.

hanif said...

kalau pageRank dirahasiakan, kemungkinan orang akan mencari tolak ukur lain seperti alexa rank atau technorati authority, dsb. Dan juga pageRank tidak akan sepopuler sekarang ;)

wendra wijaya said...

Bisnis tak akan jauh dari pencapaian laba...

Susah memang kalo "melawan pemegang kekuasaan"..

firdaus.a said...

aduh.. saya bener2 gak mampu bicara apa2. Tapi saya sudah pernah posting mengenai ini (secara global saja).

Monopoli.. Ya. Mungkin Gus dan Abi pernah membaca "bocoran" peraturan perusahaan di Google yang pernah dibocorkan salah satu mantan arsiteknya kan.

Saya memang tidak sepenuhnya percaya, karena bisa saja itu bohong. Tapi setidaknya, untuk sekedar berjaga-jaga. Rasanya itu cukup.

Maaf, sekiranya komentar saya tidak 'sinambung'

chodirin said...

mungkin ada bisnis lain yg di incar google. kalo sekedar paid review atau paid link justru akan merusak reputasi google sbg mesin pencari.

blogspot said...

wah tulisan hebat gus... bukan level saya untuk bisa mengomentari..

namun saya setuju mesti ada kesadaran sikap, kalau monopoli terjadi. maka untuk kedepannya tidak akan sehat bagi para pelaku dunia maya..

richard™ said...

kebanyakan menganggap google mesinnya, nyatanya kitalah mesinnya google.

bozz said...

kalo ditanyakan kenapa google menciptakan paradoks dalam bisnis internet ? jawaban saya, karena google merupakan sebuah perusahaan yang kalo boleh dikatakan bersifat "opportunist". maksud saya begini, google menciptakan page rank, tentunya punya maksud tersendiri, yaitu menciptakan suatu kondisi dimana blogger/advertiser mempunyai suatu ketergantungan kepada google dalam satu hal, yaitu page rank. dengan kata lain secara langsung/tidak google sudah melakukan branding dengan page rank itu sendiri.
kemudian, mulai bermunculan paid review dan paid links, tentunya satu hal, paid review dan paid links adalah saingan adwords, so google ikut campur tangan dalam hal ini, dengan mempenalti blogger yang bermain didalamnya (walaopun tidak semua terkena imbas penalti).
so, google adalah "raja" search engine dan semua orang yang menggunakan jasa google harus ikut aturan "diktator" google, like or dislike.
ini semua hanya pendapat seorang newbie...salam kenal

Mike.... said...

wah..repot juga ya kalo mo menelusuri misteri google..mike cm bs jd penonton dl deh..

kapanpun said...

wah tulisannya bagus baget nie MONOPOLI BISNIS oleh Ngkong GOOGLE, ada yang menarik menurut kaca mata saya dimana google sengaja mengratiskan beberapa Produknya, kemudian Mulai membangun KERAJAAN BISNIS ADSENSE dan segala bentuk PREMIUM yang upgradenya membutuhkan kucuran dana bagi usernya. AMUN DACH, klo teman teman dapat page rank dari google ? kira kira GOOLE.COM PR nya berapa ya, klo alexa jelas dia dibawah NYAI YAHOO! hiks 3x

JoVie said...

Ini ladang bisnis Google. Google saya duga akan menjual lisensi berdagangnya. Mulai agensi periklanan adsense (mungkin) sampai paid review atau paid links kepada pelaku bisnis dunia maya. Mirip dengan Mc Donald yang menjual lisensi waralaba-nya.
====================================
Iya..ini kan kesempatan emas buat Google.. untuk terus menjalankan network marketing..
karena banyak nilai yang bakal diraih...

Luar biasa sekali nih reviewnya Kang Gus..
cchh.....ch...ch.. geleng2 kepala, takjub*

Luangkan waktu 0,5 menit dengan meng-KLIK DIGG!yang terletak dibawah judul posting. Agar artikel ini dibaca mayarakat blogsphere lainnya. Terimakasih atas partisipasi dalam program pencerahan masyarakat blogsphere

Vote reaction:

Post a Comment