gusTALKS |Journey, Review, Blogging and Information Technologie

Klik Judul dibawah ini untuk memBaca Inspirasi lainnya

  • Berat difisik, tapi. Akhirnya kelar juga. Menyelesaikan blueprint Sekolah Darurat yang baru diresmikan. Published 02/02/09 - 71comments
  • beberap dokumentasi Meskipun terlambat. Semoga tidak mengurangi ke-update-an acara Peresmian Sekolah Darurat Published 30/10/09 - 10 comments
  • Kawan, perkuat sekolah kami Akhirnya, pembukaan Sekolah Darurat Wirausaha untuk umum dilakukan KH Hasyim Muzadi.Published 19/01/09 - 120 comments
  • Walmiki dan Sudirman Saya sangat tergoda dengan tema besar dalam Novel Rahuvana Tattwa. Sebuah epik fiksi.Published 25/10/08 - 53 comments
Kumpulan Artikel | blogging (29) inspiring (43) IT (3) journey (64) Review (11)

Pengantar Blogging Review: Sekedar Triger Untuk Mengumpulkan Bogger Yang Berkarakter

gus an ordinary blogger
Akhirnya, kelar juga. Ada tiga hal sekaligus yang menjadi semacam nadzar kecil: Pertama menuliskan review untuk kategori blog yang ramah kunjungan. Kedua memberi penanda "Recomended Blog This Week" di sudut kanan bawah. Tepatnya di navbar bawah. Dan ketiga, mengganti warna dasar blog dengan warna hitam.
1. Nadzar kecil pertama, mereview blog yang menurut saya pantas untuk dikandidatkan sebagai blogger masa depan. Saya tahu betul, bahwa saya akan mengalami banyak kesulitan menemukan argumentasi kenapa blog si fulan yang harus direview, dan yang lain tidak?.

Jawabnnya barangkali bisa ditelusuri dari kalimat ini: karena alasan magnitude sebuah blog. Magnitude adalah semacam aura yang membuat seseorang merasa perlu untuk mengunjungi sebuah blog. Berikutnya pada kekuatan tema yang dibawa blog tersebut. SEO mendefinisikannya sebagai key world. Saya lebih suka menyebutnya sebagai 'jenis kelamin' sebuah blog. Jadi tak akan ada toleransi untuk blog yang doyan meniru style blog lainnya. Apalagi kalo sampai memfotokopy atau mengekor sana-sini.
Jadi, blog yang direview merupakan blog yang memiliki karakter kuat .

Kriteria selanjutnya bisa saya sebutkan disin secara berturut-turut. Ringan saat loading (tidak jauh dari angka 100 kb/second). Kebersediaan melayani pertukaran link. Selalu membantu visitor-nya untuk mengerti dengan baik konten blognya. Ini semacam tanggung jawab enlighmented atau pencerahan pada postingan. Pesilaturahmi tulen, alias memiliki volume blogwalking yang tinggi. Tentu saja, yang tak bisa diabaikan adalah man (woman?) behind the Blog-nya mesti teruji tingkat kesalehan sosialnya. (Kenapa saya perlu meminjam istilah keagamaan:kesalehan? Begini kira2 jawaban saya: istilah saleh membuat kita sepakat ditingkat makna saleh. Meskipun setiap kita, memiliki kalimat yang berbeda ketika diminta menjelaskan kata tersebut. Ya,kan?)

Kedepan, di akhir bulan, semua komentar atau sanggahan atas review ini akan dikirimkan kepada si empunya blog. Untuk tujuan apa ? Apalagi kalau bukan untuk menjadikan review ini bak kaca cermin. Agar proses koreksi dan dekoreksi terusdan terus dilanjutkan. Semisal, sang blogger mendapati rambutnya kurang tersisir rapi atau make over perwajahannya tidak eye catching dan semacamnya. Bukankah hanyabenda yang bernama cermin, yang bisa memaksa seseorang memperbaiki diri, tanpa perlu muncul perasaan digurui dan dikritik? Dan bukankah setiap koreksi adalah sebuah anak tangga baru untuk menaiki ultimasi blogging bagi setiap blogger?

2. Nadzar kecil kedua, memberi penanda agar blogwalker mudah menemukan siapa saja yang telah menjadi semacam tokoh baru blogger. Ke depan, bila blog yang ter-review makin banyak. penanda yang lebih permanen akan saya pasang dalam bentuk widget khusus.

3. Nadzar kecil ketiga, mengganti warna dasar template menjadi hitam. Ini untuk menandai kesadaran saya yang belakangan muncul. Bahwa masa depan dunia blogging kita yang masih samar, buram dan kadang gelap. (Karenanya kritik bahwa blogging hanya sekedar tren selayaknya friendster. Perlu dipandang sebagai suatu big chalange. Bacaan saya, kok masih menjukkan kebelum-jelasan kemana arah blogger berjalan. Secara perorangan mungkin sudah mulai terbaca. tapi secara komunal belum. Padahal traffic blogging di Indonesia masuk 'the big five' dunia. Sayang kan bila traffic sebesar ini tak memiliki bergaining sedikitpun terhadap major SEO seperti google, Yahoo dan seterusnya?

Sayangkan kalau kalau kita masih terbilang kalah 'kompak' dengan blogger ibu2 imigran Philipina di AS? Atau sayangkan kalau social bookmark made in indonesia masih terseok, komunitas blogging masih sekedar tingkat kota? bukan pada tingkat kesamaan kategori industrialnya?

Oleh karena itu enlighment adalah sebuah tanggung jawab bersama. Utamanya para senioren blogger. Apalagi bila mobile blogging sudah mulai ramai. Tentu saja traffic blogging nasional akan lebih tak terbendung lagi.

Saya harap, tidak terlalu berlebihan jika dalam beberapa kesempatan saya menulis: bahwa tanggung jawab besar itu ada pada blogger masa depan yang telah saya review ini. Bagaimana tanggapan Sahabat ? silakan menuliskan pendapat baik setuju maupun bantahan. Sikap netral pun dihargai sebagai sebuah pendapat. Bukankah dunia blogging masih belum mengenal golput komentar? hehehe

**image:terimakasih kepada www.curbside.md




Dipersilakan mengcopy-paste Tulisan di atas untuk berbagai kepentingan. Lebih disukai bila menyebutkan blog ini sebagai sumber rujukan, dengan teks: gustTALKS


Sahabat bisa berlangganan update terbaru secara free melalui RSS Feed RSS Feed!

Baca Juga Tulisan Terkait:


33 Komentar:

Hellen said...

koreksi adalah sebuah anak tangga baru untuk menaiki ultimasi blogging bagi setiap blogger?

Setuju banget.....!! Tapi kayaknya blogku banyak koreksinya nih.... hehehe

chodirin said...

hitam?? siapa takut?
heheh asli saya kaget begitu lihat bblog ini jadi hitam. tapi

kalo mau di review..silahkan, makasih banget, moga nanti banyak masukan.

chodirin said...

maaf salah ketik, maksudnya : saya kaget begitu lihat bblog ini jadi hitam tapi..biarpun hitam tetap kelihatan elegan.

dee said...

blog sy juga dikoreksi dooong..
hehehehe..
masih banyak blog bagus yang layak di-review loh..

I Ketut Riasmaja said...

Setuju kang... dunia blog kita masih suram.. sangat perlu adanya penyegaran diberbagai aspek.. seperti contoh kecil review blog masa depan ini.. saya yakin ini akan memberikan sebuah trigger kepada kita (blogger newbie) untuk terus mengembangkan "imajinasi" dalam mewarnai blog kita masing-masing..

Salut kang Gus..

Yusa Indera said...

Sip mas..waduh berarti selama ini kita bersaing sm ibu2 philipina donk..baru tau nih..

Benny said...

wah hitam nich.. sama donk sm punya saya.. hehe...

btw.. artikelnya bagus mas, penuh inspirasi

Ivana said...

thx sudah berkunjung...
wah, ada banyak PR buat blogger ni,hehehe

akang dahsyat said...

Sebelumnya.... thanks udah visit..
betul banget nih.. ternyata blogger itu berbeda dengan FS..hehehe.. Maju terus blogger Indonesia

Shireishou said...

Pertama2 makasih dah mampir ke blogku
Dan subhanallah mau review blog2 org? Wow.. salut banget sama niatnya. Smoga terlaksana yah ^^

Soal latar blog jadi hitam, bagus juga. Aku memang bukan pecinta blog warna gelap. Tapi blog warna gelap jauh lbh terkesan anggun dan elegan dibanding blog warna2 cerah (apalagi yg warna warni)

Soal review, kayaknya blog saya lom pantas di review secara saya bukan orang yg aktif blogwalking. Saya hanya mengunjungi balik yg berkunjung ke blog saya. maklum keterbatasan Koneksi alias lemot abis T_T ini mau posting komen aja makan nyaris 15 menit.

makanya maju terus blogger Indonesia

tyas said...

jenis kelamin blogku apa ya gus??
trus, warna templatenya besok2 jadi meyah doong, kan beranii.. sbg blogger harus berani menepis buramnya aura ngeblog, ciee..
*golek konco sing meyah-meyah bloge..*

Abi Bakar said...

Alhamdulillah dan terima kasih saya tiupkan kepada kuncen blog Semarangreview sudah memilih blog Abi sbg recommended this week. Jujur saja saya bukan tipe orang yang mudah tersanjung, namun melihat konten blog ini, saya faham kapasitas pemiliknya. Dari kefahaman itu tersembullah rasa tersanjung (apakah terlihat warna merah dipipi saya sekarang?)karena ia memilih blog saya sbg recommended blog this week.

Mudah2x an sayapun istiqomah kedepannya dan menjadikan review ini sebagai batu ujian. Sukron katirun.

firdaus.a said...

gus.. itu mbakku tyas, belum minum obat, jadi mohon dimaafkan, lagi aga-agak... ya tau kan..

Dan soal Nadzar gus, terutama yang nomor tiga.. ehm, mungkin ini nadzar jama'ah ya, baru bisa terkabul. Tapi bukankah "sesuatu" yang belabel makhluk muncul dari "bukan sesuatu". Terus maju Gus. Semoga kita semua tak lagi menjadi pasir yang akan terus berbisik.

mascayo said...

tulisan sampean selalu ada saja yang menyentil, yah ndak rugi saya berkunjung,
ngomong-ngomong, blognya semakin ciamix aja ...

The Armstrong said...

wadduh bung ku agak susah ngerti e kalo bahasa bahasa serius kek diatas... dan serasa kepalaku ini mendapatkan tambahan 3 sks kala membaca ini diatas... mumet ku ini, mana pelajaran kuliah aja boro boro ku ngerti... hehehe...

kira kira blog ku termasuk blog masa depan kagak yak? dan mendapatkan enligtment sebagai seorang blogger sejati (halah)... hohohoho dan kelak menjadi raja blogger... hahaha...

Elys Welt said...

hitam salah satu warna favorit saya
good luck ya dengan nadzarnya
thanks a lot dah mampir ke blogku n have a beautiful morning :)

JoVie said...

Ide yang sanget berani...makin salut untuk Kang Gus...
dan yang untuk recomended Blog saya setuju sekali, karena memang blog mereka adalah Blog2 yang ke dapennya "cerah", saya makin salut terhadap sobat2 saya nih..Firdaus, mas Abie, dan juga Kang Gus..
Mas Edittag malah belom pernah saya kunjungi *habis ini kesana deh*

Soal nadzar yang ke-3, jadi gitu yah untuk mewujudkannya harus mengganti warna template?? memang sih jadi bagus warna blognya tapi....

sayangnya font-size terlalu kecil dan warna tulisan kurang cerah...jadi Jovie kudu mendekat ke layar komputer untuk membaca sampe tamat...*maaf nih Kang Gus jadi mengritik*

blogspot said...

pertamaxx : yg menulis review blog lain itu banyak juga gus... namun review dari tulisan sampean sy yakin akan sangat berbeda.. ( malahan bisa jadi di sebut2 blog yg berkarakter itu justru tulisan sampeanlah yg berkarakter ).

keduaaax : layout hitam siapa takut.. hehehe.. apalagi kalau di tambah warna merah yg pas.. kalau bukan underground blog, bisa juga di sebut blog kekiri-kirian..kakakkakak.. ups kiri emang seksi gus..

ketigaaxx : kalau boleh saya usul, bukan font-size nya yg di gedein tapi line height yang dinaikan nilainya.. mungkin 1.4 atau 1.6 em cukuplah.. biar keliatan jaraknya..

keempaxxx : Merdeka !!!!

imcw said...

Menarik juga kata kata 'kebersediaan untuk melakukan tukar link'. :)

Adieska said...

Paten Gus... Aku lebih suka layout hitam yang sekarang. Lebih fresh adn nggak jelimet seperti kemaren :D Kita tukaran link ya Gus... Dah ku add di Blogroll Page dengan Kategori Inspired Blog dan Anchor Text Semarang Review: The Citizen Journey. Oiya... Blogku do follow loh :D

rian said...

blognya kren Gus, bahasanya normatif bak jurnalist, layout hitam emang ada kesan nambah elegan.

Oeoes said...

ini dia jurnalis sejati, kata-kata dalam postingannya emang top,layak disejajarkan dengan wartawan kelas atas, malah bisa-bisa dijadikan guru oleh wartawan-wartawan lainnya nih. ditambah lagi blognya yang ramah pada pengunjung, gak heran kalau blognya banyak didatangi pengunjung

busby seo test said...

mau di bawa kemana nasib blogger indonesia itu menurut saya tergantung individunya. secara tiap blogger punya visi dan misi yg berbeda-beda dalam mengelola blog. ada yang money oriented, iseng, private journal, ikut-ikutan dan lain-lain. cmiiw.

tukang nggame sulumits retsambew said...

nice post gus :)
postingannya bagus dan layak dijadikan panutan.. he he tahnks

Luangkan waktu 0,5 menit dengan meng-KLIK DIGG!yang terletak dibawah judul posting. Agar artikel ini dibaca mayarakat blogsphere lainnya. Terimakasih atas partisipasi dalam program pencerahan masyarakat blogsphere

Vote reaction:

Post a Comment